DPR: Perkosaan Karena Persepsi Buruk Aparat Malaysia ke TKI
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA | Peristiwa tragis kembali menimpa seorang tenaga kerja (TKI) yang
diperkosa polisi di Malaysia. Hal ini mendapat respon keras dari anggota DPR.
Kejadian
pemerkosaan dimuat media lokal Malaysia. Dalam pemberitaan itu disebutkan TKW
yang berumur 20 tahunan itu diperkosa saat diamankan polisi karena tidak
mempunyai dokumen. Korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi pada Rabu
(11/12). Oknum polisi itu informasinya langsung ditangkap.
Anggota Komisi
IX DPR, Poempida Hidayatulloh, mengatakan kejadian ini terjadi karena ada
persepsi buruk dari aparat Malaysia terhadap TKI. '' Persepsi buruk ini sudah
menjadi prejudice,'' ujarnya, Jumat (13/12).
Bahkan, lanjut
Poempida, persepsi tersebut terlihat dalam perlakuan zalim, seperti perkosaan
yang terjadi kali ini. Hal tersebut sepertinya dijadikan salah satu strategi
dalam konteks menekan TKI atau WNI tidak berdokumen di Malaysia.
Terlebih, kata
kader Partai Golkar ini, pemerintah Malaysia kini tengah gencar melakukan
operasi terhadap pendatang asing tanpa izin. Pasalnya, proses pemutihan sama
sekali sudah dihentikan Malaysia.
Idealnya,
sambung Poempida, pemerintah Malaysia melakukan operasi serupa untuk menindak
majikan-majikan yang mempekerjakan TKI tanpa dokumen. Jika Malaysia konsisten,
maka tidak akan ada lagi permintaan pekerja tanpa dilengkapi dokumen.
Upaya itu,
terang Poempida, akan sangat membantu menyelesaikan masalah buruh migran.
Khususnya, para TKI yang seringkali mengalami penzaliman dari aparat setempat.
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 comments:
Post a Comment