Monday, January 7, 2013

Bambang Pamungkas Berhasrat Jadi Jurulatih Bola Sepak Indonesia

Do you want to share?

Do you like this story?



JAKARTA, KOMPAS.com - Bambang Pamungkas yang sudah berusia 32 tahun, mulai menatap karier pelatih. Sebelum akhirnya gantung kasut, Bepe cuba sedikit bernostalgia tentang masa lalunya, juga menatap masa depannya. Di hadapan para wartawan dan pelatih muda yang ikut dalam perlawanan Liga Kompas Gramedia (LKG) U-14, Minggu (6/1) di Lapangan C Senayan, kisah itu pun didedahkan. Ini wawancara dengan Bepe, sapaan akrabnya.

Kamu diarah menjadi brand ambassdor LKG U-14. Apa erti status itu buat Anda?

“Aku selalu menikmati jika membicarakan pembinaan usia muda. Aku pernah merasakan mimpi yang sama seperti pemain di LKG saat ini. Semoga dengan kehadiranku, pemain-pemain di LKG bisa mewujudkan mimpinya menjadi pemain bola sepak profesional. Ketika mereka mencapai hal itu, aku akan sangat bahagia.”

Bagaimana kamu melihat bola sepak dari kacamata saat ini. Masihkah mempunyai hasrat yang sama seperti ketika pertama kali menjadi pemain profesional?

“Jujur saja, aku lebih seronok bermain bola sepak 10 hingga 15 tahun yang lalu. Kerana dulu aku melakukannya atas dasar hobi. Jadi, aku semangat berlatih dan ingin tahu segala hal. Sekarang berbeza. Tidak terlalu menyenangkan. Pasalnya saat ini semua yang ingin diketahui sudah aku dapatkan jawapannya.”

Usiamu sudah 32 tahun. Masa bersara sudah di depan mata. Apa rencanamu ketika tak lagi menjadi pemain bola?

“Aku ingin menjadi pelatih. Keinginan terbesar tentu menjadi jurulatih TIMNAS. Ketika saat itu tiba, aku ingin mempersembahkan gelaran juara. Ini sebagai bentuk kekesalan aku kerana ketika masih bermain, aku tak pernah juara bersama timnas.”

Menjadi jurulatih TIMNAS tidaklah mudah. Selain itu di Malaysia. Gagal sedikit, peluang dipecat sangat besar. Apakah kamu menyedari hal itu?

“Tentu. Aku sudah menyedari hal itu sejak lama. Bayangkan saja, dari 13 tahun kebersamaanku di TIMNAS, sudah 10 kali kerusi jurulatih berganti. Bandingkan dengan Singapura. Sejak 2003, jurulatih tak pernah tukar, terus dipegang oleh Radjoko Avramovic. Fenomena di Malaysia tidaklah bagus. Jurulatih harus diberi kepercayaan. Pelatih memerlukan kepercayaan dan proses hingga mencapai prestasi.”



YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

Advertisements

Squeeze Theme and Squeeze Plugin For WordPress

Advertisements